Mengenal Bagian Bagian Ka’bah,semoga kita di beri Rahmat oleh Allah SWT

Mengenal Bagian Bagian Ka’bah,semoga kita di beri Rahmat oleh Allah SWT untuk bisa melihat langsung Ka’ba dari dekat….Amin Ya Robbal Alamiin.

Bagian Luar Ka’bah

Ka’bah berbentuk segi empat,yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dengan menggunakan batu biru yang keras.Bangunan Ka’bah memiliki tinggi 15m.Panjang Ka’bah sisi dimana tempat pancuran air mizab berada dengan sisi bagian depan sekitar 10,1 meter.Sedang sisi pintu Ka’bah dan bagian belakang 12 meter.
Dibagian pintu,mulai dari lantai setinggi 2 meter.Untuk menggapainya naik menggunakan tangga yang seperti tangga sebuah mimbar khotbah.

Tangga tersebut disimpan dan akan digunakan untuk acara acara tertentu buat membuka pintu Ka’bah.Tangga itu di berikan oleh seorang pengusaha asal India yang terbuat dari kayu berlapiskan perak.Dalam satu tahun,pintu ka’bah dibuka kurang lebih 15kali .

Dibagian kiri sudut pintu Ka’bah terlatak batu hajar Aswad yang memiliki ketinggian 1,5 meter dari lantai thawaf.Orang orang Mekkah menyebut sudut Ka’bah menyesuaikan kemana sudut atau rukun menghadap.Sudut yang mengarah ke utara dinamakan rukun Irak,yang menghadap arah barat disebut rukun Syam,sudut yang menghadap ke selatan dinamai rukun Yamani dan yang menghadap timur dinamakan rukun Hajar Aswad.

Bentuk Hajar Aswad yang oval dan tidak beraturan mempunyai warna hitam kemerahan.Batu yang mengkilap ini terdapat pula warna merah dengan terdapat garis kuning yang merupakan bekas penempelan potongan potongan Hajar Aswad yang pernah pecah.Diameter batu hajar Aswad sekitar 30cm yang dikelilingi oleh bingkai perak dengan ketebalan 10cm.

Terdapat sebuah pancuran air yang berada dibagian tengah antara dinding rukun utara dan barat yang disebut dengan Mizab Rahmah.Mizab ini dibuat bertujuan supaya air tidak tergenang diatas ka’bah dan dibuat oleh al-Hajjaj bin Yusuf.

Di tahun 959 Hijryah, Sultan Sulaiman al-Utsmani mengganti ujungnya dengan bahan perak.lalu di tahun 1021 H,Sultan Ahmad al-Utsmani mengganti ujungnya dengan perak berukir yang ditulis dengan tinta biru berselang-seling emas. Pada tahun 1273 H, Sultan Abdul Majid al-Utsmani mengirim pancuran air yang seluruhnya terbuat dari emas.

Di depan mizab terdapat al-hatim. Yaitu bangunan melengkung setengah lingkaran yang kedua ujungnya berada di rukun utara dan barat dengan jarak 2,3 m. Tingginya 1 m dan tebalnya 1,5 m. Bagian ini dibeton dengan batu pualam berukir. Dan di sepanjang bagian atas terdapat tulisan yang dipahat. Jarak dari tengah dinding bagian dalam ke dinding Ka’bah 8,44 m. Ruang yang ada di antara keduanya disebut Hijir Ismail. Tiga meter dari ruang ini, pada masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam termasuk bangunan Ka’bah. Ada yang menyatakan bahwa Hajar dan Ismail dimakamkan di tempat ini.

Bagian Dalam Ka’bah

Salah satu rukun atau sisi Ka’bah al-Musyarrfah. Tampak di bagian atas bagian kain kiswah dalam yang khusus untuk Ka’bah.

Lemari di dalam Ka’bah. Posisi lemari ini tepat berada di depan pintu Ka’bah –jika dilihat dari bagian dalam. Di atasnya biasa diletakkan alat pewangi dari asap kayu gaharu yang khusus untuk mengharumi ruangan Ka’bah. Biasanya hal ini dilakukan setelah prosesi pencucian Ka’bah. Di dalam lemari ini juga tersimpan semacam kapur pewangi yang beraroma mawar untuk membaluri dinding Ka’bah agar tetap wangi. Hal itu juga dilakukan setelah dinding-dinding Ka’bah dicuci dengan air zam-zam yang dicampuri dengan air mawar.

Ini adalah tempat shalat Rasulullah ketika beliau memasuki Ka’bah yang mulia. Raja-raja, gubernur-gubernur Mekah al-Mukaramah, atau tamu kerajaan selalu shalat di tempat ini sebelum memulai prosesi pencucian Ka’bah yang mulia. Mungkin setelahnya bisa jadi orang-orang yang turut serta dalam prosesi pencucian Ka’bah atau masyarakat biasa ikut shalat pula di tempat ini. Kita memohon kepada Allah termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan itu.

Bagian kecil di dinging Ka’bah berupa batu tertentu. Posisinya menghadap tempat shalat Nabi tadi. Pada batu tersebut tertulis kalimat “laa ilaaha illallaah, Muhammad rasulullah”.

Sebuah pintu yang terdapat di dalam Ka’bah. Pintu ini bukanlah pintu utama Ka’bah. Pintu ini dinamakan pintu taubat. Di dalam pintu tersebut terdapat tangga menuju keatap Ka’bah.

Tiga buah tiang di dalam Ka’bah. Tiang ini terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Bagian atasnya terlihat kain kiswah bagian dalam yang berwarna hijau. Tampak juga pada gambar ini lampu-lampu kecil, tempat pengasapan kayu gaharu, dan wadah-wadah. Benda-benda tersebut adalah hadiah pemberian dari para khalifah, para sultan, para amir, dan para raja sepanjang sejarah Islam untuk Ka’bah yang mulia.

Terlihat 3 tiang lainnya yang berada di dalam Ka’bah. Tiga buah tiang yang terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Tampak pada gambar pintu masuk Ka’bah atau dikenal dengan Pintu Ka’bah. Pada gambar ini juga terlihat lemari yang berada di depan Pintu Ka’bah dan di atasnya terdapat alat untuk pengasapan kayu gaharu. Yang digunakan untuk mengharumkan ruang dalam Ka’bah.

480 total views, 3 views today